MASLAHAH PERFORMA (MaP)

Mengukur Kinerja Bisnis Melampaui Sekadar Angka Keuntungan

Studi Kasus: PT Horizon Teknologi, Bandung


Tim Horizon Teknologi | Bidang: Ekonomi Syariah & Manajemen Kinerja | Mei 2026


ABSTRAK

Artikel ini mengkaji penerapan kerangka Maslahah Performa (MaP) yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Achmad Firdaus (Institut Agama Islam Tazkia) dalam konteks operasional Horizon Teknologi — perusahaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Water Treatment berbasis di Bandung. MaP merupakan sistem pengukuran kinerja berbasis maqasid al-syariah yang terdiri dari enam orientasi kemaslahatan: ibadah, proses internal, bakat, pembelajaran, pelanggan, dan harta. Dengan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini menunjukkan bahwa bisnis energi surya, biogas/biomassa, dan pengolahan air secara inheren selaras dengan nilai-nilai maslahah — khususnya hifz al-nafs (menjaga jiwa) dan hifz al-biah (menjaga lingkungan). Penerapan MaP memungkinkan Horizon Teknologi mengukur kinerja secara holistik: tidak hanya profit finansial, tetapi juga dampak sosial, kualitas SDM, inovasi, dan keberkahan usaha.


Kata Kunci: Maslahah Performa, Maqasid Syariah, Energi Terbarukan, Pengolahan Air, Kinerja Bisnis Islami


Pendahuluan

Dunia bisnis modern sering mereduksi keberhasilan menjadi satu angka: profit. Padahal, perusahaan yang benar-benar sukses seharusnya mampu menjawab pertanyaan yang lebih dalam: Apakah usaha ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat? Apakah karyawan diperlakukan adil? Apakah lingkungan terjaga?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendorong Prof. Dr. Achmad Firdaus dari IAI Tazkia merumuskan Maslahah Performa (MaP) — sistem pengukuran kinerja yang berakar pada maqasid al-syariah. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana kerangka tersebut diterapkan di Horizon Teknologi, perusahaan yang bergerak di bidang Energi Baru Terbarukan dan Water Treatment.

Apa Itu Maslahah Performa?

MaP adalah sistem pengukuran kinerja organisasi yang berlandaskan maqasid al-syariah — lima tujuan pokok syariah Islam: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta; ditambah satu dimensi kontemporer yang kian relevan: menjaga lingkungan (hifz al-biah).

 


MaP memungkinkan organisasi mengukur apakah aktivitas bisnisnya benar-benar mewujudkan kemaslahatan — bukan sekadar menghasilkan keuntungan.

— Firdaus, A. (2014). Maslahah Performa. Deepublish, Yogyakarta.


Berbeda dengan Balanced Scorecard (BSC) konvensional yang bersifat netral-nilai, MaP meletakkan nilai dan spiritualitas sebagai fondasi utama. Sebuah perusahaan tidak hanya ditanya “seberapa efisien?”, tetapi juga “seberapa berkah?”

Profil Horizon Teknologi

Didirikan tahun 2016 dan berkantor di Bandung, Horizon Teknologi hadir sebagai Energy & Water Solution Partner yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Perusahaan bergerak di dua bidang utama:

Klien Horizon mencakup lembaga sosial-kemanusiaan (Rumah Zakat, DT Peduli, WALHI), korporasi besar (WIKA, BPKH), hingga komunitas di daerah terpencil — sebuah portofolio yang dengan sendirinya sudah mencerminkan orientasi kemaslahatan.

Enam Orientasi MaP di Horizon Teknologi

MaP terdiri dari enam orientasi kemaslahatan yang saling menguatkan. Berikut penerapan konkretnya di Horizon Teknologi:

 

Mengapa MaP Sangat Relevan untuk Horizon?

Bisnis energi terbarukan dan pengolahan air secara langsung menjawab kebutuhan dasar manusia yang dalam perspektif maqasid al-syariah termasuk kategori dharuriyat (kebutuhan primer yang wajib terpenuhi):

  1. Hifz al-Nafs, Air bersih dan sanitasi adalah kebutuhan paling fundamental bagi keberlangsungan hidup manusia. Setiap unit WTP yang beroperasi adalah perlindungan jiwa.
  2. Hifz al-Biah, Energi surya dan biogas mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang merusak ekosistem — menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
  3. Hifz al-Aql & Nasl,  Akses listrik di wilayah terpencil membuka peluang belajar, bekerja, dan berkembang bagi komunitas yang selama ini terpinggirkan.

Horizon Teknologi bukan sekadar perusahaan yang menerapkan MaP. Ia adalah perusahaan yang sejak kelahirannya sudah mengemban misi kemaslahatan — dan MaP hadir sebagai alat untuk memastikan misi itu berjalan terukur dan berkelanjutan.


06