Dipublikasikan: Selasa, 19 Juni  2026

Management Energi Pada Sistem PLTS Hybrid

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hibrid (PLTSH) adalah penggunaan dua atau lebih pembangkit listrik dengan sumber energi yang berbeda. Tujuan utama dari sistem hibrida pada dasarnya adalah menggabungkan dua atau lebih sumber energi (sistem pembangkit) sehingga dapat saling menutupi kelemahan masing-masing dan dapat dicapai keandalan supply dan efisiensi ekonomis pada beban tertentu. Misal nya penggunaan modul surya untuk mengubah energi matahari hanya dapat dilakukan pada siang hari, begitu pula dengan turbin angin yang berputar menghasilkan energi listrik apabila ada kecepatan angina konstan lebih dari 3m/s.

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) ini memanfaatkan renewable energy sebagai sumber energi utama (primer) yang dikombinasikan dengan Generator BBM sebagai sumber energi cadangan (sekunder) dan baterai sebagai pengumpul energi (Storage Energy). 

Permasalahan dari sistem hybrid ini adalah manajemen energi mulai dari sisi pembangkit modul surya (PV) dan turbin angin, unit penyimpanan energi dan aliran energi ke unit beban elektrikal serta integrasi ke jaringan jala-jala PLN (on grid).

Untuk mengatasi permasalahan ini, di perlukan model dinamik dari setiap komponen yang membangun sistem hybrid tersebut. Selanjut nya di kembangkan strategi control untuk menghasilkan pembangkit listrik yang optimal.

Management energi pada sistem hibrid  dapat diklasifikasikan kedalam beberapa konfigurasi, yaitu:

a. Sistem Hibrid Seri

Gambar 2.1 Sistem hibrid seri

Pada sistem ini sumber energi utama dan sumber energi sekunder (genset) bekerja secara bersama untuk mensupply daya ke beban. Genset berfungsi untuk membackup daya jika sumber utama (PV, Angin, dll) tidak mampu mensuply daya secara penuh ke beban. Pengaturan nya di lakukan oleh inverter.

b.  Sistem Hibrid Switched

Gambar 2.2 Sistem hibrid switched

Sistem switch digunakan untuk memindahkan beban dari satu ssumber ke sumber lainnya, misal pada siang hari, beban di arahkan ke sumber utama, sedangkan pada malam hari di swtich ke sumber sekunder (genset).

c. Sistem Hibrid Paralel

Gambar 2.3 Sistem hibrid parallel

Pada sistem parallel digunakan bi-directional inverter untuk melakukan pemindahan sumber energi dari PV/Turbin angin ke genset. Process ini berlangsung secara automatis berdasarkan kebutuhan daya beban dan produksi daya dari sumber energi utama. Process management energi dan sinkronisasi dilakukan oleh inverter bi-directional.

d. Sistem Hybrid Smartgrid

Solusi yang paling optimal untuk meningkatkan kehandalan sistem hibrid adalah dengan menggunakan teknologi Smartgrid yang dapat memantau kondisi dari komponen-komponen penyusun sistem. Smartgrid menggunakan teknologi Supervisory Control & Data Acquisition System (SCADA) untuk mengontrol produksi, transmisi, distribusi dan konsumsi energi listriknya agar handal dan efisien. Tantangan dari implementasi sistem Smartgrid adalah mengetahui model dinamik dari setiap komponen yang membangun sistem hybrid tersebut.

Gambar 2.4 Sistem hibrid Smart grid

Sistem kerja smartgrid adalah sbb:

  • PLTS bekerja hanya pada siang hari memenuhi kebutuhan beban listrik
  • PLTB bekerja apabila kecepatan angin konstan melebihi cut in speed.
  • Apabila PLTS dan PLTB berlebih produksi nya maka akan disimpan dalam baterai.
  • Apabila daya pembangkit kurang maka PLN/Genset terkoneksi secara austomatis melalu ATS (Automatic Transfer Switch).
  • Apabila dalam mode terhubung dengan PLN, maka dapat mengurangi beban listrik PLN dan PLN dapat juga sebagai Backup Power.

Horizon Teknologi sebagai EPC berpengalaman dalam instalasi PLTS Hybrid dengan berbagai sumber energi lain nya, memberikan solusi dan design optimal untuk setiap perencanaan dan instalasi yang dilakukan.